Matahari Sampai di Atas Indonesia
Bandung - Matahari akan tepat berada di atas garis khatulistiwa pada 23 September mendatang. Posisi itu menandakan dimulainya peralihan musim dari kemarau ke hujan selama tiga bulan dari September hingga November. Masyarakat diminta mewaspadai kemunculan angin puting beliung.
Peneliti hubungan matahari bumi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini matahari mulai bergerak dari utara ke selatan bumi. Saat tepat di atas wilayah Indonesia, dalam kondisi normal suhu akan terasa naik. Temperatur pada September-Oktober mirip seperti Maret-April, dengan rata-rata suhu berkisar 28 derajat dan maksimal 33 derajat Celcius.

“Tapi sekarang karena ada anomali cuaca kemarau basah akibat La Nina dan menghangatnya suhu permukaan laut, kemungkinan suhu di Indonesia tetap normal,” ujarnya, hari ini. Gumpalan awan diperkirakan bakal mengurangi terik yang biasa menyengat di musim kemarau. Menurut Djamaluddin, walau posisi matahari di atas Indonesia tidak berarti jarak sang surya menjadi lebih dekat. Jaraknya tetap, sekitar 150 juta kilometer dari bumi.
Adapun Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Hakim L Malasan mengatakan, posisi matahari juga tidak akan memperpanjang waktu siang atau memperpendek malam. “Siang dan malam tidak berubah,” katanya. Pengaruh matahari hanya berdampak pada musim secara makro, yaitu dari musim panas ke musim dingin.
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/09/16/brk,20100916-278546,id.html


0 komentar:
Posting Komentar